Mengenal Lebih Dalam Apa itu Industri Manufaktur

Diperbarui: 26 Okt

Perusahaan manufaktur adalah salah satu jenis perusahaan yang populer di Indonesia. Bahkan negara kita sudah menjadi basis perusahaan manufaktur terbesar se-SEAN yang memberikan kontribusi besar pada perekonomian nasional. Keberadaan perusahaan manufaktur faktanya mampu menggeser perusahaan commodity-based menjadi manufacture-based. Industri manufaktur adalah salah satu jenis industri yang menggunakan dan mengolah bahan mentah untuk keperluan produksi. Dari bahan mentah ini kemudian hadir produk siap pakai yang langsung bisa dijual pada pelanggan.


Sebagai salah satu kawasan industri yang besar, Indonesia bahkan mempunyai kawasan industri tersendiri di berbagai kota seperti Bekasi dan Karawang. Meskipun sudah terkenal namun masih banyak yang tidak tahu industri manufaktur itu seperti apa. Berikut ini penjelasan tentang industri manufaktur.

Mengenal Lebih Dalam Apa itu Industri Manufaktur

Pengertian industri manufaktur

Industri manufaktur adalah sekelompok badan usaha atau perusahaan yang mempunyai fokus kegiatan mengolah dan memproduksi bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau jadi dan siap pakai. Dalam proses produksinya, perusahaan menggunakan mesin dan peralatan modern serta menerapkan program manajemen terstruktur. Perusahaan manufaktur ini mempunyai standar spesifikasi yang berbeda untuk barang yang diproduksinya.


Sekelompok badan usaha atau perusahaan tersebut mempunyai kesempatan untuk menjadi vendor atau penyedia barang bagi perusahaan lain dengan jenis industri berkaitan. Misalnya industri tekstil dengan industri pakaian, industri plastic menyediakan packaging atau kemasan untuk industri makanan.


Beberapa perusahaan manufaktur yang berlokasi di wilayah yang sama sehingga kawasan tersebut disebut sebagai kawasan industri manufaktur. Ada banyak daerah yang menjadi kawasan industri manufaktur seperti karawang, Bekasi, Pasuruan, dan sebagainya. Biasanya kawasan tersebut juga diberi nama industrial estate atau kawasan industri yang menandai bila ada beberapa perusahaan manufaktur yang beroperasi di sana.


Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Proses Produksi Perusahaan Manufaktur


Ciri industri manufaktur

Industri manufaktur adalah kawasan khusus yang berisikan perusahaan atau pabrik yang memproduksi barang setengah jadi atau barang jadi. Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama dari industri manufaktur.

1. Aktivitas utama perusahaan

Kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah memproduksi atau menghasilkan dan juga menjual hasil produksi. Barang yang dihasilkan bisa berupa barang setengah jadi atau barang jadi dari berbagai jenis.


2. Asal pendapatan

Dengan kegiatan utama menghasilkan dan menjual barang, maka pendapatan terbesar perusahaan manufaktur berasal dari penjualan. Biasanya perusahaan memproduksi lebih dari satu jenis barang sehingga pendapatan yang didapat bisa lebih banyak.


3. Persediaan produk

Perusahaan manufaktur mempunyai persediaan produk secara fisik yang bisa dihitung secara nyata. Produk yang menjadi persediaan biasanya berupa bahan mentah untuk produksi dan barang setengah jadi atau barang yang sedang menunggu proses produksi. Stok barang perusahaan juga harus selalu update agar tidak menghambat proses produksi.


4. Mesin skala besar

Salah satu ciri industri manufaktur adalah menggunakan mesin dengan skala besar. Semua proses produksi dilakukan dengan mesin modern sehingga bisa menghasilkan barang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat. Sehingga proses produksi menjadi lebih efektif.


Metode penjualan industri manufaktur

Perusahaan manufaktur mempunyai metode penjualan yang berbeda meski tujuannya mendapatkan keuntungan. Berikut ini beberapa metode penjualan yang biasa digunakan pada industri manufaktur.

1. Make-to-stock

Umumnya industri manufaktur menggunakan metode penjualan tradisional untuk memasarkan barang produksi. Metode make-to-stock merupakan cara penjualan dengan membuat stok barang terlebih dahulu kemudian menyimpan barang jadi sebagai stok. Cara penjualan ini banyak diterapkan terutama untuk industri seperti industri mobil dan motor.


2. Make-to-order

Metode penjualan make-to-order merupakan cara memasarkan barang berdasarkan pesanan. Bila menerapkan metode ini, perusahaan tidak akan memproduksi barang bila tidak ada pesanan dari pelanggan. Dengan menyetujui metode ini, pelanggan juga bersedia menunggu perusahaan untuk memproses pesanan. Biasanya metode penjualan ini diterapkan untuk barang yang terbatas atau limited edition sehingga memberikan kesan ekslusif.


3. Make-to-assembly

Metode make-to-assemble merupakan gabungan dari dua metode penjualan sebelumnya. Pada metode ini, perusahaan tetap akan memproduksi barang dengan teratur namun kemudian barang dimodifikasi sesuai dengan pesanan konsumen. Biasanya metode ini diterapkan pada perusahaan elektronik.


Jenis industri manufaktur

Industri manufaktur biasanya memproduksi lebih dari satu barang namun masih dalam kategori jenis yang sama. Misalnya industri makanan memproduksi beberapa jenis makanan dalam satu pabrik. Berikut ini beberapa jenis industri manufaktur berdasarkan hasil produksinya.


1. Industri teknik

Seperti namanya industri teknik adalah jenis industri yang memproduksi peralatan transportasi dan mesin misalnya kereta api, mobil, galangan kapal, dan sebagainya.


2. Industri metalurgi

Industri metalurgi mempunyai lingkup produksi seputar pembuatan logam misalnya besi dan baja. Proses produksi yang digunakan termasuk penyulingan, pengerjaan, dan juga pembuatan logam. Permintaan untuk hasil produksi ini sangat tinggi termasuk untuk industri teknik dan industri lain.


3. Industri bahan kimia

Industri bahan kimia secara umum dibagi menjadi tiga kategori yaitu endapan mineral dan produk sampingannya, petrokimia, dan kimia obat-obatan.


4. Industri tekstil

Industri ini merupakan jenis industri yang paling tua dan paling banyak beroperasi di Indonesia. Industri tekstil ini mengambil bahan baku dari serat kayu, bulu atau kulit binatang, dan kapas untuk dijadikan benang atau bahan tekstil.

Jenis industri manufaktur

5. Industri pengolahan makanan

Industri pangan menjadi salah satu jenis industri yang paling ringan. Proses produksi pada industri pangan meliputi pengolahan bahan baku atau bahan mentah hingga menjadi makanan siap konsumsi.


6. Industri teknologi

Industri teknologi telah banyak berkembang seiring dengan perkembangannya yang pesat. Setiap tahunnya ada industri teknologi yang muncul. Berbeda dengan industri yang lain, industri teknologi bergantung pada penelitan dan pengembangannya bersifat modal. Industri teknologi bisa berdiri sendiri sebagai industri mandiri ataupun bekerja sama dengan industri lain seperti energi dan transportasi.


Proses produksi di industri manufaktur ini biasanya menggunakan alat berat seperti forklift untuk kebutuhan mengangkat dan memindahkan barang. Industri yang membutuhkan forklift bisa menyewa di asheforklift.com dengan harga yang terjangkau dan tersedia banyak jenis sesuai dengan kebutuhan.


Proses bisnis dalam industri manufaktur

Proses bisnis yang terjadi dalam industri manufaktur berbeda dengan jenis industri yang lain. berikut ini beberapa proses bisnis dalam industri manufaktur.

1. Procurement

Procurement merupakan tahapan pertama dalam proses bisnis industri manufaktur. Proses ini berkaitan dengan perawatan alat-alat dan mesin yang ada di perusahaan. Tidak hanya memastikan peralatan dan mesin perusahaan, langkap ini juga memastikan ketersediaan bahan baku sehingga proses produksi bisa dilakukan.

Procurement biasanya dilakukan oleh tim khusus dengan tanggung jawab utama menjaga mesin agar tetap berfungsi normal, memastikan ketersediaan bahan baku, memenuhi kebutuhan karyawan terkait proses produksi, dan juga memastikan peralatan lain sebagai penunjang proses produksi dalam keadaan baik.


2. In-out inventory

Industri manufaktur menerapkan proses in-out inventory. Skema in-out inventory ini diberlakukan karena perusahaan manufaktur menerapkan konsep stok atau penyimpanan bahan mentah. Saat proses produksi dimulai, bahan mentah akan banyak yang keluar dan masuk. Sehingga ketersediaannya harus dipastikan agar proses produksi tidak terganggu.

Dalam setiap perusahaan, ada tim khusus yang bertanggung jawab atas in-out inventory barang ini. Mereka memahami cara mengatur keluar masuk barang mentah secara sistematis. Misalnya barang mentah yang masuk terlebih dahulu akan diproduksi lebih dahulu sehingga tidak merusak kualitasnya karena penyimpanan yang terlalu lama.


Baca juga: Manajemen Gudang untuk Penyimpanan Stok Barang


3. Proses produksi

Proses produksi merupakan proses inti dalam industri manufaktur. Barang mentah yang sudah masuk akan diolah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang siap digunakan. Proses produksi ini juga ditangan oleh tim khusus untuk memastikan kualitas barang jadi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.


4. Penjualan dan marketing

Penjualan dan marketing juga merupakan proses penting di industri manufaktur. Proses ini meliputi penjualan dan pemasaran barang yang sudah diproduksi agar menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Proses ini dilakukan oleh tim marketing dan sales yang memahami pola pemasaran produk. Proses marketing akan dilakukan di setiap wilayah dan mereka akan menghitung biaya pemasaran dan logistic yang harus dikeluarkan. Sehingga produk bisa dipasarkan pada target yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat.


5. Administrasi umum

Meski barang produksi sudah dipasarkan namun proses bisnis masih berlanjut. Proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah administrasi umum. Proses ini melibatkan pencatatan semua aktivitas perusahaan. Administrasi umum dilakukan oleh tim khusus yang memahami cara pengaturan aktivitas perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam berproduksi.

Tidak hanya itu, divisi ini juga mengatur penjadwalan karyawan dan kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan karyawan selama berada di perusahaan.


6. Akuntansi dan keuangan

Bagian keuangan merupakan salah satu bagian penting dalam industri manufaktur. Akuntansi dan keuangan merupakan proses pencatatan keuangan perusahaan secara menyeluruh. Divisi ini mempunyai tanggung jawab mengatur pemasukan dan pengeluaran uang yang ada di perusahaan. Hal ini termasuk biaya produksi dan gaji karyawan. Selain itu divisi ini juga memastikan kesehatan keuangan perusahaan dalam kondisi baik sehingga perusahaan tidak terlilit hutang.


Perkembangan industri manufaktur

Industri manufaktur adalah salah satu industri penting yang menunjang sektor perekonomian. Industri ini menjadi penyedia kebutuhan masyarakat sehari-hari. Seiring meningkatkan jumlah penduduk dan permintaan pasar, maka permintaan untuk barang-barang juga semakin meningkat. Kegiatan produksi semakin tahun semakin meningkat untuk memenuhi permintaan masyarakat sehingga industri manufaktur juga semakin berkembang.


Dengan proses produksi yang semakin meningkat, perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mengimbangi proses produksi. Hal ini menjadikan industri manufaktur sebagai tokoh utama dengan proses produksi yang terus berjalan dan berkembang memberikan peluang untuk lapangan pekerjaan.


Saat ini industri manufaktur memasuki era revolusi industri 5.0 dimana semua produksi berlangsung serba cepat dan mengutamakan efektivitas dan efisiensi. Banyak perusahaan yang menerapkan teknologi terbaru untuk memastikan proses produksi berlangsung secara efisien. Disini peran pemerintah adalah memberikan regulasi khusus untuk membantu industri berkembang dengan baik termasuk industri kecil dan menengah.


Baca juga: Perkembangan Industri Manufaktur dari Masa ke Masa


Industri manufaktur adalah industri yang mempunyai peran penting dalam perekonomian sebagai produsen bahan jadi hingga penyedia lapangan pekerjaan. Industri ini juga semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan barang. Permintaan barang yang meningkat menyebabkan perusahaan harus meningkatkan produksi dan membutuhkan tenaga kerja. Hal ini menjadi peluang perusahaan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

8 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua