top of page

Manajemen Produksi: Fungsi & Ruang Lingkup dalam Perusahaan

Manufaktur dapat menjadi pekerjaan yang sangat kompleks terlepas dari ukuran perusahaan. Agar proses produksi berjalan sesuai rencana, proses produksi akan melibatkan banyak variabel seperti tenaga kerja, peralatan, bahan baku, alur kerja, dan banyak lagi.

Manajemen produksi merupakan salah satu komponen dari manajemen bisnis. Berbeda dengan departemen yang terspesialisasi dalam bidang lain seperti pemasaran, distribusi, pengiriman, akuntansi, dan manajemen akuntansi, dan manajemen informasi, manajemen produksi lebih berfokus pada proses mengubah bahan baku dan bahan mentah menjadi barang akhir perusahaan.

Manajemen produksi bertujuan untuk mengoptimalkan produksi dan menemukan titik keseimbangan antara kualitas dan kapasitas barang atau jasa yang diproduksi, serta waktu dan sumber daya yang dihabiskan untuk memproduksinya.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas pengertian manajemen produksi, fungsi manajemen produksi, hingga ruang lingkup manajemen produksi. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Manajemen Produksi: Fungsi & Ruang Lingkup dalam Perusahaan

Key Takeaways:

  • Manajemen produksi merupakan proses mengelola konversi input produksi (bahan baku, sumber daya manusia, dan modal) menjadi output produksi (barang yang diproduksi perusahaan).

  • Manajemen produksi memiliki tujuan utama untuk menciptakan layanan dan produk dalam jumlah yang sesuai, dengan kualitas terbaik, tepat waktu, dan dengan biaya serendah mungkin.

  • Karena manajemen produksi memerlukan koordinasi dan pengawasan tenaga manusia, material, dan peralatan, manajer perlu terus membuat keputusan untuk 4 ruang lingkup utama, yaitu perencanaan produksi, kontrol produksi, pengembangan proses produksi, dan pemeliharaan peralatan.

Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan proses mengelola konversi input produksi (bahan baku, sumber daya manusia, dan modal) menjadi output produksi (barang yang diproduksi perusahaan). Manajemen produksi adalah bagian integral dari manajemen bisnis secara keseluruhan dan mencakup pengawasan perencanaan produksi serta pelaksanaan proses produksi.

Proses mengendalikan operasi perusahaan untuk menyediakan layanan dan produk yang ingin dihasilkan adalah pengertian manajemen produksi. Proses ini mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengelolaan proses yang mengubah sumber daya mentah menjadi produk dan layanan jadi.

Strategi produksi perusahaan yang membutuhkan penggunaan teknologi tertentu dan pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya yang berkaitan dengan bauran produksi, biaya unit, kualitas produk, dan kemampuan produksi, harus berjalan sesuai rencana, menurut manajemen produksi.

Manajemen produksi biasanya mengoordinasikan, mengawasi, dan mengatur individu atau tim yang bertanggung jawab atas proses produksi itu sendiri, pemeliharaan peralatan, kontrol kualitas produk, dan kontrol inventaris.

Sebagai hasil dari proses manajemen produksi, dapat dikatakan bahwa pengertian manajemen produksi berkaitan dengan perolehan sumber daya, seperti input manajemen produksi, sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, mesin, dan sebagainya, untuk menciptakan atau memproduksi barang jadi.

Manajemen produksi adalah proses di antara dua checkpoint ini. Ruang lingkup manajemen produksi mencakup kontrol dan pelaksanaan proses produksi yang menghasilkan produk jadi dari pengolahan bahan baku.


Pengertian Manajemen Produksi Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian manajemen produksi menurut beberapa ahli manajemen.

1. Sofyan Assauri

Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya yang terdiri sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan. Kegiatan manajemen produksi dilakukan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.

2. Jay Heizer dan Barry Render

Manajemen produksi adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan cara mengubah input menjadi output.

3. Handoko

Manajemen produksi dan operasional berarti berbagai usaha pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya yang dimiliki perusahaan secara optimal. Sumber daya ini termasuk tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah, dan lain-lain. Pengelolaan ini dimanfaatkan saat transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai barang atau jasa.

4. Irham Fahmi

Definisi manajemen produksi adalah sebuah ilmu manajemen yang membahas secara menyeluruh bagaimana pihak manajemen produksi perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan cara mengarahkan dan mengatur tenaga kerja untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

5. Pandji Anoraga

Manajemen produksi adalah aktivitas yang dilakukan manusia mulai dari perencanaan, pengendalian, hingga pengawasan untuk mencapai tujuan.

6. Vinay Panicker

Manajemen produksi berarti proses konversi dari input (tenaga kerja dan modal) untuk menjadi output, berupa barang atau jasa.

7. Holstein

Pengertian manajemen produksi adalah perencanaan dan pengendalian proses produksi untuk memastikan input dan output berjalan sesuai rencana.


Fungsi Manajemen Produksi

Mengelola produksi secara efektif dan berkesinambungan adalah kunci dalam mewujudkan peningkatan efisiensi dan menjaga proses produksi tetap optimal. Operasi manufaktur yang dirancang dan dijalankan dengan baik diterjemahkan secara langsung ke dalam peningkatan laba, biaya yang terkendali, dan peningkatan laba.

Manajemen produksi memiliki nilai guna menyelaraskan semua aspek utama yang terkait dengan proses produksi. Kadang-kadang proses ini disebut juga sebagai 5 M dari produksi, yang termasuk manusia (tenaga kerja), mesin (peralatan), metode (proses produksi, stasiun kerja, dan rute), material (bahan mentah, komponen dan/atau sub-rakitan), dan uang (pembiayaan dan pemanfaatan aset).

Manajemen produksi memiliki tujuan utama untuk menciptakan layanan dan produk dalam jumlah yang sesuai, dengan kualitas terbaik, tepat waktu, dan dengan biaya serendah mungkin. Mengadopsi teknologi baru dan modifikasi tempat kerja yang kreatif menjadi lebih mudah dengan adanya manajemen produksi. Semua personel yang berpartisipasi dalam proses produksi perusahaan harus dipantau dan dikendalikan oleh manajemen produksi untuk menjamin bahwa output yang diinginkan dapat dicapai.

Berikut adalah beberapa fungsi manajemen produksi.

1. Memilih Desain dan Produk

Manajemen produksi membantu perusahaan dalam memilih produk yang sesuai untuk diproduksi serta desain yang sesuai. Sangat penting bagi bisnis untuk memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang pelanggan mereka untuk mengembangkan barang yang memenuhi ekspektasi mereka. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, produk harus menjalani penilaian menyeluruh.

2. Pengendalian dan manajemen Produksi

Sangat penting bagi bisnis untuk memilih metode produksi yang tepat untuk produk tertentu. Hal ini termasuk membuat keputusan tentang jenis mesin dan teknologi terbaik, pengeluaran modal yang diperlukan, dan masalah lainnya.

Sebelum produksi dimulai, penting bagi Anda untuk membuat rencana produksi terlebih dahulu. Perencanaan ini mencakup jumlah output, urutan manajemen operasi, dan lain-lain.

Untuk pengendalian produksi, manajer produksi memegang tanggung jawab agar memastikan produksi berjalan lancar. Prosedur aktual dibandingkan dengan blueprint yang telah ditetapkan untuk memetakan setiap penyimpangan penting dari rencana awal dan untuk mengidentifikasi serta memperbaiki setiap kekurangan.

3. Pemeliharaan dan Penggantian mesin

Untuk menjamin kegiatan produksi yang efektif dan efisien, bidang manajemen produksi bertanggung jawab atas pemeliharaan dan penggantian mesin serta peralatan. Manajer produksi dan kru memiliki tanggung jawab untuk menghindari kerusakan dan penghentian produksi.


Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Karena manajemen produksi memerlukan koordinasi dan pengawasan tenaga manusia, material, dan peralatan, manajer perlu terus membuat keputusan untuk 4 ruang lingkup utama, yaitu perencanaan produksi, kontrol produksi, pengembangan proses produksi, dan pemeliharaan peralatan.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

1. Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi adalah proses mencari tahu desain produk dan bagaimana Anda akan melaksanakan desain tersebut. Proses ini mencakup semua hal tentang mengatur tugas, sumber daya, biaya, dan jadwal penyerahan masukan atau barang seefisien mungkin. Melalui proses produksi yang efisien, produk dikirim ke pelanggan tepat waktu, waktu tunggu berkurang, dan kapasitas seimbang dengan permintaan.

Untuk mengontrol semua elemen ini dan membuat mereka bekerja sama untuk mengirimkan produk Anda tepat waktu, Anda perlu mengelola sumber daya manusia, rantai pasokan, dan banyak lagi. Perangkat lunak manajemen produksi dapat membantu Anda mengatur semua bagian produksi Anda sehingga mereka bekerja sama dengan baik.

2. Penjadwalan Produksi

Penjadwalan produksi mencakup perencanaan dan perampingan proses untuk membuat dan mengirimkan produk ke pasar. Proses ini mempertimbangkan manajemen rantai pasokan, tenaga kerja, logistik, biaya, dan jangka waktu produksi.

Jadwal produksi utama membantu perusahaan dan produsen menentukan biaya produksi, membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya termasuk anggaran jadwal yang diperlukan untuk setiap tahap produksi, memastikan pengiriman produk berkualitas tepat waktu kepada pelanggan serta memperhitungkan logistik dan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan produk akhir ke distributor dan toko ritel.

3. Pengendalian Produksi

Bagian integral dari manajemen manufaktur dan rantai pasokan adalah pengendalian produksi, yang memantau produksi agar berjalan sesuai rencana. Proses ini digunakan bersama dengan kontrol inventaris dan kontrol kualitas sebagai bagian dari manajemen operasi yang lebih besar.

Pengendalian produksi mengharuskan manajer untuk memprediksi, merencanakan, dan menjadwalkan pekerjaan termasuk pembagian kerja dengan mempertimbangkan sumber daya manusia, bahan, dan biaya untuk memenuhi ekspektasi kualitas dan kuantitas.

4. Pemeliharaan Peralatan

pemeliharaan peralatan adalah proses menjaga peralatan produksi agar tetap berfungsi dan diganti jika sudah usang tanpa mengganggu siklus produksi. Dalam melakukan hal ini, perusahaan berusaha untuk mengendalikan biaya dan waktu yang terkait dengan peralatan, mengelola sumber daya, dan memastikan bahwa perusahaan mematuhi standar peraturan.

Hal ini membutuhkan pemantauan peralatan secara teratur dan perencanaan serta penjadwalan kerja secara efisien dengan mempertumbangkan pemeliharaan preventif dan korektif.


Manfaat Manajemen Produksi Untuk Proses Produksi

Manajemen produksi yang efektif sangat penting dalam lingkungan manufaktur pada era revolusi industri kini. Tanpa manajemen produksi, operasi tidak dapat memenuhi komitmen atau target laba.

Dengan manajemen produksi yang baik, perusahaan dapat memperoleh beberapa manfaat terlepas dari ukurannya. Manfaat-manfaat ini meliputi:

1. Kualitas yang Lebih Baik

Produk yang dibuat dengan peralatan yang terpelihara dengan baik, dengan tenaga kerja yang terlatih dan terukur akan menghasilkan barang jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Hal ini membutuhkan keseimbangan antara semua variabel untuk membantu manajer, supervisor, teknisi, dan operator untuk menemukan kecacatan sebelum terjadi.

Program yang tersistem akan menciptakan prosedur operasi standar atau SOP, dokumentasi kerja standar, dan prosedur audit internal untuk melakukan hal ini.

2. Menurunkan Tingkat Pemborosan

Pemborosan adalah salah satu kerugian yang pasti ingin dihindari setiap perusahaan. Manajemen produksi yang efektif memungkinkan pengembangan dan penerapan prosedur yang mengurangi pemborosan hingga ke tingkat serendah mungkin.

Tanpa hal tersebut, penolakan kualitas, skrap, dan pemrosesan yang berlebihan akan meningkatkan biaya produksi dan mengurangi profitabilitas. Pemborosan juga dapat mencakup pergerakan yang berlebihan atau tidak perlu. Manajemen produksi berfokus pada prinsip-prinsip yang mengurangi jenis-jenis pemborosan ini juga.

3. Biaya Operasional yang Lebih Rendah

Teknik dan sistem manajemen produksi yang efektif dapat menurunkan biaya operasional dengan menyediakan mekanisme dan metode untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengubah proses untuk menghasilkan metode produksi yang paling cost-effective. Dengan menerapkan teknik-teknik ini pada semua variabel, biaya akan berkurang secara kumulatif di seluruh bagian.

4. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Sistem manajemen produksi yang baik menggabungkan penggunaan data untuk membantu manajer mengevaluasi kemajuan pabrik. Hal ini mencakup hal-hal seperti hasil kerja operator, kinerja dan efektivitas peralatan, metode pemantauan kualitas, dan lainnya.

Dengan begini, manajer dapat mengidentifikasi variabel yang dapat memengaruhi kualitas, waktu produksi, dan kecacatan, serta mengatasinya secara proaktif.


Kesimpulan

Demikian informasi seputar manajemen produksi. Ingatlah bahwa penting bagi perusahaan dan dunia bisnis untuk dapat menerapkan manajemen produksi dengan baik agar dapat membantu proses menghasilkan produk berjalan dengan lancar.

Tertarik untuk mengetahui informasi bermanfaat seputar manufaktur atau industri lainnya? Kunjungi website kami untuk mengetahui lebih lanjut.


Postingan Terakhir

Lihat Semua
Post: Blog2_Post
bottom of page