Definisi Forklift dan Semua Hal yang Perlu Diketahui

Diperbarui: Nov 19

Alat berat yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Forklift memang menjadi salah satu alat berat yang banyak digunakan mulai di pabrik, gudang, hingga pusat perbelanjaan. Fungsi utama forklift ini adalah untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan mudah.


Apa itu forklift

Meskipun sudah banyak yang tahu tentang alat berat ini, namun masih banyak yang bingung bila ditanya apa itu forklift. Sama halnya dengan alat berat yang lain, forklift ini terdiri dari banyak jenis sesuai dengan fungsinya sehingga mendefinisikan forklift memang tidak mudah. Berikut ini penjelasan singkat tentang segala hal yang perlu diketahui tentang forklift.

Apa itu forklift?

Secara harfiah forklift bisa diartikan sebagai garpu pengangkat dari kata fork dam lift. Forklift adalah jenis truk atau alat berat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang. Alat berat yang satu ini tidak bisa digantikan oleh jenis alat berat yang lain karena fungsinya. Forklift mampu mengangkat beban yang sangat berat yang tidak bisa diangkat oleh manusia. Sehingga alat berat yang satu ini selalu dibutuhkan baik di pabrik, gudang, lokasi konstruksi, pusat perbelanjaan, atau dimanapun yang membutuhkan mengangkat beban berat.


Kalau dilihat sekilas bentuk forklift ini seperti mobil kecil dengan garpu pengangkat dibagian depan. Bentuknya yang kecil, dibanding dengan truk alat berat lain, membuat forklift bisa digunakan di dalam ruangan seperti gudang atau pabrik. Sama halnya dengan truk alat berat lain, forklift juga terdiri dari berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda.


Jenis forklift

Fungsi utama forklift memang untuk mengangkat dan memindahkan barang, namun alat berat ini ternyata mempunyai jenis yang berbeda-beda. Sehingga fungsi dan kegunaanya forklift juga berbeda sesuai dengan jenisnya.


1. Forklift gasoline

Seperti namanya, forklift gasoline ini menggunakan bahan bakar bensin. Alat berat ini mempunyai kapasitas angkat sebesar 10 ton. Selain itu, forklift gasoline bisa mengangkat barang hingga ketinggian 2 meter. Karena menggunakan bensin, maka forklift ini lebih cocok digunakan diluar ruangan karena menghasilkan emisi gas dan berpotensi menyebabkan polusi.


2. Forklift diesel

Dari semua jenis forklift, jenis diesel ini yang paling kuat dan tahan banting. Spesifikasi dan kinerja forklift diesel ini lebih baik dibanding jenis lain dan membutuhkan bahan bakar yang lebih sedikit. Forklift diesel ini mempunyai kapasitas hingga 30 ton dan bisa mengangkat barang hingga ketinggian 6 meter. Dengan kemampuannya, forklift diesel cocok digunakan untuk keperluan handling dengan kapasitas besar. Selain itu, forklift ini juga lebih cocok digunakan untuk penggunaan luar ruangan karena menghasilkan emisi gas.


3. Forklift elektrik

Forklift elektrik ini tergolong jenis menengah. Kapasitas mengangkat forklift ini mulai 8 ton dan lebih. Forklift elektrik juga bisa mengangkat barang hingga tinggi 6 meter. Keunggulan forklift elektrik ini adalah tidak menghasilkan emisi gas sehingga cocok digunakan di dalam ruangan seperti gudang atau pabrik. Forklift elektrik ini juga cocok digunakan untuk industri farmasi karena lebih aman dan tidak menghasilkan gas.


4. Forklift reach truck

Seperti namanya, forklift reach truck digunakan untuk mengangkat barang yang berada di ketinggian. Kapasitas mengangkatnya hanya 2 ton namun bisa menjangkau barang hingga ketinggian 11 meter. Forklift yang satu ini cocok digunakan untuk gudang atau pabrik dengan rak yang tinggi.


Selain dari fungsinya, jenis-jenis forklift juga dibedakan berdasarkan operasionalnya. Forklift terdiri dari dua jenis operasional yaitu manual dan otomatis. Seperti namanya, forklift manual menggunakan beberapa tuas manual untuk mengangkat dan memindahkan barang. Selain itu kemudi forklift juga masih menggunakan operasional manual. Untuk mengemudikan forklift secara manual, operator harus mempunyai pelatihan khusus karena pengoperasiannya yang cukup sulit. Selain itu tidak terdapat tuas maju-mundur dan secara umum pengoperasiannya berbeda dengan mobil.


Jenis forklift otomatis menggunakan operasional yang lebih mudah dibanding dengan jenis manual. Tuas handle pada forklift otomatis ini hanya 4 yaitu maju-mundur, naik-turun, geser kiri-kanan, dan cungkil. Forklift jenis ini tidak mempunyai gigi sehingga lebih mudah dioperasikan, hampir mirip dengan cara mengemudikan mobil.


Baik forklift otomatis maupun manual, operator harus mempunyai pelatihan yang baik. Hal ini karena pengoperasian forklift berhubungan dengan keselamatan kerja di lapangan.


Baca juga: Penggunaan Forklift Untuk Shipping Container



Ukuran forklift

Ukuran forklift berbeda-beda berdasarkan dengan fungsinya. Ada forklift yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran kecil. Umumnya ukuran forklift antara 2 hingga 3 meter. Untuk forklift yang digunakan di area konstruksi yang berat, ukurannya bisa lebih besar dari 3 meter. Sedangkan untuk forklift yang digunakan di dalam ruangan ukurannya tidak lebih dari 2 meter. Dengan ukuran yang kecil, forklift bisa digunakan di area sempit seperti di antara rak dan juga lebih mudah dikemudikan. Selain ukurannya, forklift juga dilihat dari tingginya atau kemampuan mengangkat barang. Standar tinggi forklift adalah 5 hingga 6 meter namun untuk jenis tertentu bisa mencapai tinggi 11 meter seperti forklift reach truck.


Elemen forklift

Selain mengetahui apa itu forklift dan ukurannya, forklift juga dilihat dari fungsinya. Karena bentuknya forklift mampu membawa beban yang sangat berat. Untuk mengangkat beban berat, forklift mempunyai tiga elemen utama yaitu kapasitas, stabilitas, dan besar muatan.

  • Kapasitas – kapasitas forklift adalah beban maksimal yang bisa diangkat oleh forklift dalam kondisi aman. Beban yang biasa diangkat forklift berkisar antara 2 hingga 10 ton. Bila melebihi kapasitas tersebut, forklift menjadi tidak stabil dan berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.

  • Stabilitas – pusat stabilitas forklift adalah segitiga yang terletak di bagian bawah. Bagian ini menjadi pusat gravitasi yang menjaga forklift agar tetap seimbang dan tidak terguling. Segitiga stabilitas ini membuat anda yakin dengan beban yang dibawa forklift karena alat berat ini sudah didesain sedemikian rupa.

  • Pusat beban – pusat beban adalah jarak antara garpu atau fork dengan segitiga stabilitas. Besar jarak ini bisa bervariasi tergantung dengan berat beban, sudut angkat, dan kemiringan sudut. Sebagai operator forklift, tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama anda menggunakan alat berat ini sesuai dengan batasan beban yang direkomendasikan.


Memilih forklift yang tepat

Memilih forklift yang tepat memang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini karena forklift dibuat untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Tidak heran bila satu pabrik atau gudang atau tempat konstruksi bisa mempunyai lebih dari satu forklift karena memang kebutuhan yang berbeda-beda. Lalu kriteria apa saja yang harus diperhatikan ketika memilih forklift?


1. Beban muatan

Pertimbangan pertama adalah beban maksimal yang bisa diangkat oleh forklift. Pilih alat berat dengan spesifikasi sesuai kebutuhan anda, misalnya anda butuh forklift untuk pekerjaan konstruksi dan memilih jenis diesel. Bisa juga anda memilih forklift elektrik untuk digunakan didalam ruangan seperti gudang yang tertutup misalnya.


2. Ruang bekerja

Tinggi forklift juga harus dipertimbangkan. Meskipun ada forklift yang tidak terlalu tinggi namun tetap saja pastikan bila forklift bisa masuk dan keluar ruang kerja dengan mudah. Jangan sampai forklift tersangkut di pintu atau langit-langit karena perhitungan yang kurang baik.


3. Medan kerja

Lokasi kerja juga menjadi pertimbangan ketika memilih forklift. Perhatikan medan kerja di lokasi apakah mulus atau bergelombang. Hal ini berpengaruh pada kinerja forklift. Selain itu, pertimbangkan pula apakah lantai bisa menahan beban forklift ketika digunakan. Jangan sampai lantai ambrol atau rusak karena tidak bisa menahan beban forklift yang berat.


4. Jenis forklift

Forklift tersedia dalam berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Memilih jenis forklift pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.


Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih forklift. Anda tentu tidak mau salah dalam memilih unit yang berakibat forklift tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Perhatikan kebutuhan kerja, kondisi di lapangan, dan juga spesifikasi forklift. Dengan begitu anda bisa memilih unit terbaik untuk menunjang pekerjaan.


Sebagai alat berat yang unik, jenis forklift dan fungsinya ini tidak tergantikan. Forklift bisa mengangkat beban berat yang tidak bisa dilakukan manusia sehingga pekerjaan di lapangan menjadi lebih mudah dan aman. Dengan jenis yang tepat, forklift bisa digunakan di semua lokasi pekerjaan baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika Anda membutuhkan jasa untuk sewa forklift, jangan ragu untuk segera menghubungi Ashe Forklift.





6 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua