Mengenal Seluk Beluk Perusahaan Konstruksi

Industri konstruksi merupakan salah satu jenis industri yang berkembang pesat seiring perkembangan ekonomi. Perkembangan sebuah daerah menjadi salah satu kunci perkembangan perusahaan konstruksi karena kebutuhan jasa bangun untuk gedung dan fasilitas umum. Perusahaan konstruksi adalah perusahaan yang meliputi dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya dengan peranan penting dalam pencapaian pembangunan nasional.


Dibandingkan dengan jenis industri lain, industri konstruksi merupakan salah satu bidang yang tidak dinamis. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kegiatan dan perusahaan konstruksi. Berikut ini hal penting yang perlu diketahui tentang perusahaan konstruksi.

Mengenal Seluk Beluk Perusahaan Konstruksi

Apa itu perusahaan konstruksi?

Perusahaan konstruksi adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pembangunan sarana, infrastruktur, dan prasarana fisik untuk masyarakat. Kegiatan konstruksi harus sesuai dengan peraturan, rencana, dan juga hukum yang berlaku. Industri konstruksi termasuk sebagai industri yang masih berkembang namun keberadaannya mampu memberikan lapangan pekerjaan serta berkontribusi dalam distribusi pendapatan untuk masyarakat. Perusahaan konstruksi ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembangunan dan pertumbuhan nasional.


Kegiatan konstruksi dimulai dengan membangun sarana dan prasarana yang meliputi pembangunan prasarana atau civil engineer, pembangunan gedung atau building construction, dan instalasi elektrikal dan mekanikal. Secara umum kegiatan konstruksi menggabungkan beberapa jenis pekerjaan hingga mencapai tujuan akhir yaitu membangun unit bangunan.


Dalam pekerjaan kosntruksi biasanya diawali dengan perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana yang kemudian dikerjakan oleh kontraktor konstruksi. Pihak ini bekerja di dalam kantor sedangkan dilapangan pekerjaan konstruksi dilakukan oleh mandor proyek yang bertugas mengawasi tukang, buruh bangunan, dan ahli lainnya yang bertugas menyelesaikan pekerjaan konstruksi secara fisik.


Karakteristik perusahaan konstruksi

Sama seperti jenis industri lain, perusahaan konstruksi juga mempunyai karakteristik. Karakteristik perusahaan konstruksi ini jauh berbeda dengan bidang jasa lainnya. Berikut ini beberapa karakteristik perusahaan konstruksi.

1. Dipengaruhi pembeli

Perusahaan konstruksi adalah jenis perusahaan yang dipengaruhi oleh pembeli. Hal ini karena pembeli merupakan pihak yang dilindungi dengan adanya perusahaan asuransi, pihak pengawas konstruksi, dan juga bank yang mengikat perusahaan. Sehingga perusahaan konstruksi harus mengikuti permintaan pembeli meski terkadang ada permintaan yang tidak masuk akal.


2. Penuh ketidakpastian

Tidak hanya hubungan kamu yang penuh ketidakpastian, perusahaan konstruksi juga mempunyai karakteristik yang sama. Ada banyak hal yang berpengaruh dalam perusahaan konstruksi seperti resiko yang sangat tinggi dan juga laba yang rendah. Belum lagi perusahaan konstruksi harus selalu mengikuti permintaan pembeli atau klien yang membuat proyek konstruksi tidak pasti.


3. Jadwal dan budget fluktuatif

Pekerjaan konstruksi bukanlah pekerjaan yang bisa diprediksi dengan mudah. Jadwal dan biaya konstruksi cenderung berubah-ubah tergantung dengan banyak faktor. Budget atau biaya konstruksi dipengaruhi oleh harga bahan bangunan dan juga pilihan klien. Selain itu lokasi konstruksi juga mempengaruhi biaya. dan Sedangkan jadwal konstruksi juga ditetapkan oleh pihak klien. Perusahaan konstruksi hanya mengikuti saja permintaan dari pembeli.


4. Wajib menerapkan K3

Sebelum proses pembangunan dilaksanakan, perusahaan wajib menerapkan K3 atau keselamatan kerja untuk semua karyawan. Hal ini bertujuan melindungi karyawan dari resiko kecelakaan yang bisa saja terjadi di lokasi pembangunan.


Jenis perusahaan konstruksi

Jenis perusahaan konstruksi

1. Jasa konsultansi konstruksi

Seperti namanya, jasa konsultansi konstruksi merupakan perusahaan yang mencakup kegiatan perencanaan, pengkajian, pengawasan, perancangan, dan manajemen penyelenggaraan kegiatan konstruksi bangunan. Jenis usaha konsultansi konstruksi ini masih dibagi menjadi dua yaitu umum dan spesialis. Jasa konsultansi konstruksi yang bersifat umum meliputi rekayasa terpadu, arsitektur, rekayasa, dan arsitektur lanskap. Sedangkan jasa yang bersifat spesialis adalah konsultasi teknis dan ilmiah serta analisis dan pengujian teknis.


2. Pekerjaan konstruksi

Pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan menyeluruh atau sebagian yang meliputi pengoperasian, pembangunan, pembongkaran, pemeliharaan, dan pembangunan suatu konstruksi bangunan. Jasa pekerjaan konstruksi juga dibagi dua yaitu umum dan spesialis. Jasa konstruksi umum merupakan pekerjaan bangunan sipil dan bangunan gedung. Sedangkankan jasa konstruksi spesialis meliputi konstruksi khusus, instalasi, penyelesaian bangunan, konstruksi prefabrikasi, serta penyewaan alat konstruksi.


3. Pekerjaan konstruksi terintegrasi

Pekerjaan konstruksi terintegrasi merupakan perpaduan dari dua jenis jasa konsultansi dan pekerjaan konstruksi.


Baca juga: Ini Dia 7 Inovasi Logistik untuk Kemudahan Bisnis!


Hal penting yang mempengaruhi perusahaan konstruksi

Hampir semua jenis usaha mulai dari manufaktur hingga konstruksi mempunyai payung hukum. Perusahaan konstruksi juga mempunyai undang-undang yang diatur untuk kelancaran proses pembangunan. Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat memilih perusahan konstruksi.

1. Legalitas usaha

Faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika memilih jasa konstruksi adalah legaliats usaha. Perusahaan yang memberikan layanan kosntruksi harus mempunyai izin usaha dari pemerintah yang berwenang. Bahkan untuk perusahaan konstruksi menengah dan besar harus mempunyai registrasi pengalaman yang ditujukan kepada menteri.

Perusahaan konstruksi yang mempunyai izin usaha lengkap merupakan perusahaan yang terpercaya. Mereka mempunyai pengalaman dan layanan yang bagus karena untuk mendapatkan izin usaha juga tidak mudah.


2. Kewajiban dan tanggung jawab perusahaan konstruksi

Kewajiban dan tanggung jawab perusahaan konstruksi juga diatur dalam undang-undang. Hal ini berkaitan dengan kegagalan dalam proses pembangunan sehingga kewajiban perusahaan dijelaskan secara rinci. Beberapa kewajiban dan tanggung jawab perusahaan konstruksi meliputi:

  • Hasil perencanaan, perancangan, dan pengkajian

  • Rencana teknis dari proses pemeliharaan, pembongkaran, pembangunan, dan renovasi

  • Pelaksanaan proses pembangunan, pembongkaran, pemeliharaan, dan renovasi

  • Penggunaan material, peralatan, dan teknologi

  • Hasil layanan jasa konstruksi

Bila ada kegagalan dari pekerjaan konstruksi, maka pihak perusahaan akan memberikan tanggung jawab seperti yang sudah disepakati antara pihak jasa konstruksi dan klien.


3. Kontrak kerja konstruksi

Pekerjaan konstruksi juga harus mempunyai kontrak kerja. Kontrak kerja dalam Perusahaan konstruksi adalah dokumen yang mengatur hubungan hukum antara penyedia jasa dan pengguna jasa konstruksi. Dari kontrak kerja juga bisa ditentukan apa saja yang menjadi hak, kewajiban, dan tanggung jawab dari perusahan konstruksi dan klien. Termasuk juga di dalam kontrak kerja adalah perihal pembayaran konstruksi dan juga penyelesaian bila terjadi perselisihan atau kegagalan.


Kontrak kerja konstruksi ini melindungi kedua belah pihak agar tidak ada yang merasa dirugikan. Hindari memilih jasa konstruksi yang tidak memberikan kontrak kerja karena bisa saja penyedia jasa tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya.


Cakupan bidang perusahaan konstruksi

Perusahaan konstruksi mempunyai beberapa cakupan bidang. Ada perusahaan yang menangani semua bidang namun ada juga yang hanya mencakup beberapa bidang saja. Berikut ini beberapa cakupan bidang pada perusahaan konstruksi.

1. Bidang arsitektur

Bidang arsitektur adalah bidang yang paling banyak digunakan oleh masyarakat umum. Bidang ini meliputi arsitektur banguan dengan teknologi sederhana, menengah, dan tinggi serta termasuk arsitektur lanskap dan interior.


2. Bidang pekerjaan sipil

Bidang pekerjaan sipil meliputi pembangunan dan perawatan fasilitas umum seperti jembatan, jalan, jalan bawah tanah, landasan pesawat, rel kereta api, konstruksi pabrik, dan sebagainya.


3. Bidang tata lingkungan

Seperti namanya, bidang tata lingkungan mengurus perencanaan tata kota mulai dari analisis dampak lingkungan, pengolahan air bersih dan limbah, pengembangan wilayah, dan sejenisnya.


4. Bidang elektrikal

Bidang elektrikal bertanggung jawab terhadap instalasi listrik seperti instalasi pembangkit, jaringan transmisi, telekomunikasi kereta, distribusi sinyal, sarana navigasi udara dan laut, pembangunan stasiun pemancar, dan sebagainya.


5. Bidang mekanikal

Bidang mekanikal bertanggung jawab terhadap instalasi industri, instalasi AC, instalasi minyak dan gas termasuk perpipaan, dan juga konstruksi lift dan escalator.

Dalam proses konstruksi biasanya menggunakan alat berat seperti forklift. Perusahaan konstruksi umumnya menyewa alat berat karena jenis yang dibutuhkan tergantung dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Untuk menyewa forklift berkualitas bisa menghubungi asheforkift.com.


Baca juga: Ini Fungsi Forklift dalam Industri Konstruksi!


Perusahaan konstruksi adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perencanaan, perancangan, pembangunan dan perawatan sebuah bangunan atau infrastruktur. Ada banyak jenis perusahaan konstruksi tergantung dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Perusahaan konstruksi merupakan perusahaan yang berpusat pada klien, artinya perusahaan mengikuti permintaan klien dan bertujuan mewujudkan keinginan klien. Misalnya dalam pembangunan suatu rumah atau gedung, maka perusahaan konstruksi harus mengikuti desain yang diminta oleh klien.


Hal ini membuat perusahaan konstruksi menjadi perusahaan yang penuh dengan ketidakpastian karena permintaan setiap klien berbeda. Selain itu, ada faktor lain yang juga mempengaruhi perusahaan konstruksi seperti harga bahan bangunan, lokasi pembangunan, tujuan pembangunan, dan sebagainya.


16 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua