top of page

Pengertian, Sistem Kerja, dan Perkembangan Bidang Manufaktur

Diperbarui: 30 Jul 2023

Apakah Anda masih asing dengan istilah bidang manufaktur? Secara singkat, bidang manufaktur dapat diartikan sebagai salah satu bidang yang mempelajari tentang bagaimana suatu produk dibuat. Mulai dari ide, desain, proses pembuatan, hingga menjadi produk yang siap dipasarkan. Hal tersebut biasanya dapat Anda temukan dalam sebuah industri perusahaan.

Tak jarang, bidang manufaktur membutuhkan teknologi informasi dan komunikasi yang kuat. Biasanya dalam sebuah perusahaan terdapat tiga tahapan penting dalam bidang manufaktur. Yakni proses manufaktur suatu produk, terdiri dari desain, analisis, dan proses produksi.

Untuk itu, kami akan mengulas mengenai apa itu bidang manufaktur, sistem kerja perusahaan di bidang manufaktur, hingga perkembangan industri bidang manufaktur di Indonesia.

Pengertian, Sistem Kerja, dan Perkembangan Bidang Manufaktur

Key Takeaways:

  • Bidang manufaktur adalah bidang yang mempelajari proses bagaimana suatu produk dibuat.

  • Salah satu contoh perusahaan di bidang manufaktur adalah industri otomotif, industri logam mulia, dan industri farmasi.

  • Tantangan bidang manufaktur yang kedepannya akan dihadapi adalah permintaan tenaga kerja lebih tinggi daripada ketersediaannya.


Arti Perusahaan di Bidang Manufaktur

Umumnya, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur adalah sebuah badan usaha yang memproduksi barang jad. Mulai dari bahan baku mentah dengan menggunakan alat, peralatan, mesin produksi, dan sebagainya dalam skala produksi yang besar. Hasil produksi dengan nilai tambah ini akan dijual kepada konsumen melalui jaringan distribusi dari grosir, hingga ke tingkat eceran, sehingga sampai ke tangan konsumen.

U.S Bureau of Labor Statistics menggambarkan sektor manufaktur sebagai usaha yang mencakup transformasi mekanis, fisik, dan kimia dari bahan, zat, atau komponen menjadi produk baru.

Industri manufaktur sendiri merupakan sektor penting yang ada di Indonesia. Di tahun 2021 misalnya, sektor ini berkontribusi sebanyak 19,25% terhadap total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Selain dari bahan mentah menjadi produk jadi, perusahaan bidang manufaktur juga mencakup industri yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Tak hanya itu, perusahaan bidang manufaktur juga bisa diberikan kepada perusahaan perakitan. Biasanya, mengacu pada perusahaan yang bergerak di bidang elektronik dan otomotif.

Karena dilakukan dengan skala produksi yang besar, perusahaan manufaktur pastinya memiliki jumlah pekerja atau tenaga kerja yang besar. Dalam beberapa perusahaan manufaktur bahkan melibatkan mesin-mesin besar. Oleh sebab itu, banyak negara yang keberadaan perusahaan manufakturnya dinilai sangat penting.

Hal tersebut dikarenakan dapat membantu menciptakan lapangan kerja yang sangat signifikan. Selain itu, karena produksi yang masif maka perusahaan manufaktur sangat mengandalkan standar operasional prosedur (SOP). Hal ini terjadi karena setiap perusahaan manufaktur memiliki proses produksi tahap demi tahap.


Tiga Tahap Penting Dalam Proses Bidang Manufaktur

1. Desain

Pada tahapan pertama yakni desain. Sering dikenal dengan istilah computer aided design (CAD). Yakni proses desain yang dilakukan menggunakan komputer. Perangkat lunak CAD tidak hanya mempermudah dalam proses menuangkan ide menjadi desain gambar, tetapi juga berperan sebagai basis data suatu produk. Suatu produk yang terdiri dari banyak komponen, dapat terdokumentasi lebih baik spesifikasi dan rancangan setiap komponennya beserta dengan cara perakitannya menggunakan basis data produk tersebut.

2. Analisis

Tahap kedua dari yaitu analisis, memiliki arti yakni sebuah kebutuhan untuk melakukan pengujian pada suatu produk. Misalnya uji kekuatan, dapat diminimalisasi karena dapat dilakukan dengan melakukan analisis dan simulasi menggunakan perangkat lunak computer aided engineering (CAE). Hal ini dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan produk.

3. Proses Produksi

Pada tahap proses produksi, terdapat dua teknologi yang terkait dengan proses permesinan yaitu computer aided manufacturing (CAM) dan computer numerical control (CNC). CAM adalah perangkat yang digunakan untuk mengkonversikan rancangan gambar menjadi lintasan pahat mesin produksi. Hasil dari CAM kemudian dikirim ke mesin CNC yang merupakan mesin produksi, seperti mesin bubut, mesin frais atau mesin potong, yang dikendalikan oleh komputer.


Contoh Perusahaan di Bidang Manufaktur

Pengertian, Sistem Kerja, dan Perkembangan Bidang Manufaktur

Berikut beberapa contoh perusahaan industri bidang manufaktur yang mungkin sering Anda jumpai.

1. Industri Makanan dan Minuman

Industri ini termasuk pengolahan bahan makanan dan minuman ringan.

2. Industri Farmasi

Industri ini biasanya memproduksi obat-obatan, baik untuk pengobatan manusia hingga hewan.

3. Industri Kimia

Industri ini memproduksi bahan kimia seperti plastik, cat, pupuk, bahan kimia pertanian, hingga bahan kimia industri. Selain itu, perusahaan yang memproduksi plastik, kimia, pakan ternak, kertas, kayu serta pengolahannya, dan lain sebagainya juga termasuk pada jenis perusahaan manufaktur pada industri ini.

4. Industri Tekstil dan Pakaian

Industri ini memproduksi kain, busana, tas, sepatu, dan aksesoris pakaian lainnya.

5. Industri Otomotif

Industri ini memproduksi segala produk kendaraan bermotor, suku cadang kendaraan, dan aksesoris kendaraan bermotor.

6. Industri Logam dan Mesin

Industri ini memproduksi mesin, peralatan industri, kendaraan berat, alat-alat pertanian, dan alat-alat medis.

7. Industri Elektronik

Industri ini memproduksi peralatan elektronik seperti komputer, telepon genggam, kamera digital, dan televisi.

8. Aneka Industri

Untuk aneka industri, jenis perusahaan yang termasuk pada industri ini adalah perusahaan yang beroperasi pada bidang alat dan mesin berat, otomotif serta komponennya. Misalnya alas kaki, kabel serta elektronika, tekstil serta garmen, dan lain sebagainya.


Perkembangan Industri Bidang Manufaktur Indonesia

Menurut salah satu laporan dari Trading Economics, pada tahun 2022 industri manufaktur Indonesia berhasil mencatatkan Purchasing Managers Index (PMI) yang dapat dikategorikan stabil. Angka tersebut bahkan melebihi standar rata-rata dunia, yakni di atas 50. Skor PMI telah mencapai titik tertinggi pada bulan Januari dan September 2022 dengan angka 53,7.

Tren positif ini berhasil menunjukkan bahwa sektor industri bidang manufaktur di Indonesia mengalami utilisasi yang baik dan cenderung ekspansif. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan sektor industri manufaktur yang mencapai 5,47% pada Triwulan I tahun 2022. Angka tersebut melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,01% pada saat itu.

Capaian ini menunjukkan bahwa bidang manufaktur berhasil memainkan peran penting, dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan kontribusi signifikan berkat peluang penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Tak hanya itu tren ini juga menjadi indikator bagi para investor, bahwa Indonesia berhasil menjadi pasar potensial yang menarik, khususnya sektor padat karya.


Tantangan Bidang Manufaktur Dalam Era Digital

Jika dilihat pada tahun 2030 mendatang digitalisasi pada bidang manufaktur diprediksi akan menciptakan 27 juta lapangan kerja baru di Indonesia, menurut Mckinsey & Company. Namun hingga tahun tersebut tiba muncul prediksi dari The World Bank, yang memperkirakan akan terjadi kekurangan 9 juta tech talent di Indonesia.

Kekurangan ini berpotensi menjadi kendala besar bagi perkembangan bidang manufaktur melalui transformasi digital. Selain itu, menurut laporan “LinkedIn Job on The Rise 2022: The 20 Southeast Asia roles that are growing in demand”, pekerjaan data scientist specialist dan machine learning engineer menjadi dua pekerjaan yang paling dibutuhkan di tanah air.

Situasi tersebut dijuluki sebagai talent crunch, di mana kondisi permintaan tenaga kerja lebih tinggi daripada ketersediaannya. Oleh karena itu, sektor dalam bidang manufaktur harus bergerak lebih aktif memenuhi kebutuhan tech talent demi mendorong akselerasi bisnisnya.


Ciri-Ciri Perusahaan di Bidang Manufaktur

1. Sumber Pendapatan Penjualan

Jenis perusahaan ini akan melakukan berbagai kegiatan yang mencakup produksi, menciptakan, dan juga menjual barang sebagai sebuah produk. Produk tersebut dapat berupa produk setengah jadi maupun produk jadi. Misalnya peralatan rumah tangga, ataupun produk makanan maupun minuman kemasan.

Selama melakukan proses penjualan dengan bentuk produk, maka pemasukan utama dari jenis perusahaan tersebut ialah dari aktivitas penjualan barang atau produk yang diproduksinya. Umumnya, sebuah perusahaan manufaktur mampu memproduksi satu atau lebih barang jadi maupun barang setengah jadi. Tentunya semakin banyak jenis barang yang bisa diproduksi maka semakin besar pula pemasukan yang bisa didapatkan.

2. Mempunyai Persediaan Fisik

Barang atau produk yang dijual oleh perusahaan pada bidang manufaktur adalah produk berwujud yang bisa dilihat serta diraba. Dengan kata lain, perusahaan manufaktur pasti memiliki persediaan produk atau barang secara fisik. Persediaan produk pada perusahaan ini dapat berupa stok barang yang sudah siap jual ataupun produk setengah jadi, yang nantinya akan diproses kembali menjadi produk jadi. Stok produk tersebut juga perlu selalu diperbarui datanya agar tidak mengganggu proses produksi.

3. Aktivitas Operasional Utama Sepenuhnya Produksi

Seperti penjelasan di atas, kegiatan operasional utama dalam perusahaan bidang manufaktur adalah menjalankan aktivitas produksi. Kegiatan tersebut, mencakup pengolahan bahan mentah atau barang baku menjadi produk setengah jadi maupun langsung menjadi barang jadi yang siap jual. Tanpa adanya proses produksi tersebut, perusahaan tertentu tidak akan berjalan serta mendapatkan keuntungan.


Karakter Perusahaan di Bidang Manufaktur

Perusahaan manufaktur memiliki perbedaan dari jenis perusahaan lainnya. Hal inilah yang membuat Anda mudah untuk membedakannya dengan perusahaan yang lain. Namun, untuk Anda yang masih merasa bingung, berikut adalah beberapa karakter perusahaan di bidang manufaktur yang perlu diketahui.

1. Proses Produksi yang Kompleks

Karakter perusahaan dalam bidang manufaktur yang pertama yakni memiliki proses produksi yang sangat kompleks. Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat menghasilkan produk yang sesuai serta mampu bekerja sama dengan banyak orang pada divisi yang berbeda.

Contohnya seperti tenaga operator yang bertugas untuk memastikan jika kinerja mesin berjalan sesuai dengan fungsinya. Agar bisa memastikan hasil produk apakah sudah sesuai atau belum, maka petugas melakukan quality control untuk menjalankannya fungsinya.

2. Proses Pengelolaan Produk

Aktivitas ini bertujuan untuk mengelola bahan mentah menjadi produk yang bernilai. Umumnya, terdapat dua proses yang sering digunakan, yaitu proses terus menerus dan juga proses yang terputus-putus.

Proses terus menerus memiliki arti pembuatannya membutuhkan waktu yang sangat lama, karena terdiri dari berbagai komponen yang harus dibuat. Contohnya adalah proses pembuatan mobil.

Sedangkan proses terputus-putus maksudnya adalah pembuatan produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga keinginan konsumen. Sehingga, pihak perusahaan tidak membuat produk begitu saja, tetapi harus bisa memenuhi permintaan konsumen.

3. Biaya Produksi yang Besar

Tidak dapat dipungkiri bahwa proses produksi yang besar juga membutuhkan biaya yang besar juga. Hal ini dikarenakan mesin dan peralatan yang digunakan harus memiliki kualitas unggulan agar hasil produknya tidak akan mengecewakan konsumen.

Selain itu, pengeluaran biaya produksi terbesar juga berasal dari pembelian bahan baku, membayar upah tenaga kerja, biaya perawatan mesin, dan lainnya.

Meski begitu, keuntungan yang didapat oleh perusahaan manufaktur yg sebanding dengan biaya produksinya.

4. Penggunaan Mesin Dengan Skala Besar

Banyak perusahaan manufaktur di Indonesia yang menggunakan mesin dan juga peralatan sudah berskala besar. Tentu saja penggunaan mesin ini bertujuan untuk menunjang proses produksi.

Manufaktur adalah perusahaan yang butuh proses cepat dan efisien. Selain itu, industri ini tetap membutuhkan tenaga kerja manusia untuk membantu kelancaran proses produksi.

---

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengenai bidang manufaktur. Namun, apabila Anda seorang pebisnis khususnya yang ingin memproduksi barang, maka Anda membutuhkan alat berat yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Anda dapat menggunakan Ashe Forklift.

Kami Asheforklift.com merupakan solusi dari permasalahan Anda, kami merupakan perusahaan penyewaan forklift yang dapat Anda pilih. Tidak perlu lagi untuk memikirkan biaya perawatan dan biaya penyimpanan, Anda cukup menggunakan deretan jenis forklift yang tentunya berkualitas dari kami. Klik di sini!


Postingan Terakhir

Lihat Semua
Post: Blog2_Post
bottom of page